Malam ini, entah malam yang keberapa yang ia habiskan untuk bercerita pada dirinya sendiri. Tentang apa yang ada dalam benak, yang telah lama ia simpan, hingga akhirnya tak ia ungkapkan.Tertawa, menangis, bahagia, terluka, ia nikmati hanya dengan secangkir coklat panas atau hanya dengan sebatang lolipop melon dikamarnya.
Ia, gadis cantik yang tidak pernah sadar akan kecantikannya, suaranya merdu, namun tak pernah berani untuk ia publikasikan pada dunia. Dia, terlalu polos, hingga ia tak sadar, berapa orang yang menunggu untuk membuatnya mengatakan "Aku bahagia karna aku memlikimu." Ia terperangkap dalam ruang dimana rasa percaya itu seakan tak ada.
Suatu hari, ia terbangun di tengah-tengah mimpi yang ia ciptakan sendiri, bercermin. Dalam benaknya ia bertanya "Apa ini aku?" , tentu cermin tidak mengeluarkan kata, ia memantulkan wujud hingga pertanyaan itu hanya bisa dijawab oleh dirinya. Dia kembali bertanya "Apa ada orang yang peduli padaku?" lagi-lagi cermin tak bersuara, dan jawabannya hanya bisa ia jawab sendiri.
Setelah itu, ia kembali tidur dan bermimpi, kali ini mimpi yang ia buat begitu indah. Ia ada diantara orang - orang yang mampu membuatnya tersenyum, tertawa, seakan membawa pergi beban yang ia miliki. Dan yang ia rasakan, ada kasih sayang disana.
Pagi hari pun tiba, surya kembali menjalankan tugasnya. Si gadis cantik bangun, bercermin dan bertanya (lagi) "Helo cermin, aku tau kau kan tetap diam, karna itu caramu menjawab semua pertanyaanku. Tapi apakah aku bisa menjawabnya sendiri?" tanya gadis itu sambil merapikan rambutnya.
Setelah ia selasai berdandan, ia kembali menjalankan rutinitasnya. Kali ini, dia coba buka mata lebar-lebar, agar ia bisa menjawab semua hal yang ia tanyakan. Dia tersenyum, menyapa, coba mendengar cerita orang terdekatnya, berbagi sepotong roti, bahkan mimpi yang konyol pun menjadi bahan obrolan hangat yang membuatnya bisa tertawa bersama. "Ini mimpiku." batinnya.
Apa yang ia dengar, tidak selalu sama. Apa yang ia lihat, beraneka ragam. Apa yang ia rasa, toleransi itu ada.
Tiba saatnya ia beristirahat, ia kembali ke depan cermin, kali ini...tanpa pertanyaan, ia hanya tersenyum dan berkata "Cermin, aku tau, banyak hal yang aku tak tau. Cermin, aku sadar, banyak hal yang aku lewatkan. Cermin, aku mungkin aku bodoh, aku tak ingin mengulanginya lagi. Cermin, ternyata jika kita menyadarinya, Ia telah ciptakan jutaan keindahan, dan aku percaya, Aku tidak sendiri untuk menikmatinya. Terimakasih, Cermin....."
Kini, hidupnya bukan hanya tentang putih dan hitam, melainkan penuh gradasi warna yang menakjubkan..
It's Me
Tentang Apa yang Saya Lihat, Dengar, Rasa dan Imajinasikan~
Minggu, 23 September 2012
Sabtu, 22 September 2012
Kini ku mulai mengerti :)
Helooo guys *sosoan nyapa padahal mungkin gak ada yang baca* hahaha..
Udah lama banget gak mampir buat nulis, apa yang pingin ditulis yaaa~ kangen rasanya. Oke, banyak hal yang udah terlewat dan tercatat nih :) orang lama, baru, semuanya tetep ada. Alhamdulillah =)
Baca postingan yang sebelum-sebelumnya kok ada rasa geli ya ? segalau dan selebay itu kah saat saya menulisnya ? hahaha, banyak hal yang bikin saya belajar saat vakum di blog ini, bukan hanya dari ayah-ibu dan alam, tapi juga dari apa yang otak ini pikir dan hati ini rasa hahaha.
Saya gak tau harus sebanyak apa lagi bersyukur karna di hari-hari saya banyak hal yang lebih indah dari apa yang saya duga. Saya mulai belajar, bahwa untuk hidup, kita tidak cukup dengan hanya terus tidur dan bermimpi. Beri kesempatan untuk hidupmu bangun dan wujudkan mimpimu ! Seseorang pernah melumpuhkan saya dengan kalimatnya : "bukan hanya optimis, tapi lihat realita." Sahabat saya yang satu itu sangat hebat, dia seorang pemimpi yang tak pernah terjerumus dalam mimpinya, dia bermimpi kemudian mencoba untuk membuat mimpinya menjadi nyata. Hidup ini bukan hanya tentang bernapas dan mengedipkan mata guys! maka ketika satu mimpi yang kau idamkan hanya bayangan semu, maka mulailah coba untuk wujudkan mimpimu yang lain! Agar optimismu membuahkan realita yang sesuai dengan apa yang kau mau =)
Udah lama banget gak mampir buat nulis, apa yang pingin ditulis yaaa~ kangen rasanya. Oke, banyak hal yang udah terlewat dan tercatat nih :) orang lama, baru, semuanya tetep ada. Alhamdulillah =)
Baca postingan yang sebelum-sebelumnya kok ada rasa geli ya ? segalau dan selebay itu kah saat saya menulisnya ? hahaha, banyak hal yang bikin saya belajar saat vakum di blog ini, bukan hanya dari ayah-ibu dan alam, tapi juga dari apa yang otak ini pikir dan hati ini rasa hahaha.
Saya gak tau harus sebanyak apa lagi bersyukur karna di hari-hari saya banyak hal yang lebih indah dari apa yang saya duga. Saya mulai belajar, bahwa untuk hidup, kita tidak cukup dengan hanya terus tidur dan bermimpi. Beri kesempatan untuk hidupmu bangun dan wujudkan mimpimu ! Seseorang pernah melumpuhkan saya dengan kalimatnya : "bukan hanya optimis, tapi lihat realita." Sahabat saya yang satu itu sangat hebat, dia seorang pemimpi yang tak pernah terjerumus dalam mimpinya, dia bermimpi kemudian mencoba untuk membuat mimpinya menjadi nyata. Hidup ini bukan hanya tentang bernapas dan mengedipkan mata guys! maka ketika satu mimpi yang kau idamkan hanya bayangan semu, maka mulailah coba untuk wujudkan mimpimu yang lain! Agar optimismu membuahkan realita yang sesuai dengan apa yang kau mau =)
Minggu, 17 Juni 2012
Apa yang Kulihat, Apa yang Kurasa
Kisah ini berawal saat pembagian rapot kelas X, ada rasa lega disini, dengan hasil kerja keras selama satu tahun, di hargai dengan tinta hitam dalam buku biru dongker. Satu tahap sudah aku selesaikan dengan cukup baik. Itu langkah pertama yang tentu menyisakan banyak kesan, meski tak semua manis, namun diakhir, sepahit apapun terasa indah :) sahabatku, sepuluh dua family itu nama keluarga pertama yang ku miliki di putih abu ini :)
Setelah sekolah memberi waktu sejenak untuk mempersiapkan langkah selanjutnya, akhirnya cerita dimulai lagi. Pengumuman pembagian kelas sudah terpampang di depan gerbang sekolah, Ya...sebelas ipa dua. Sempat terbesit untuk berkumpul dengan teman lama dalam satu ruangan yang sama (lagi) namun ini hidup, rasanya tidak seru bila tidak ada kisah baru. Kuterima satu lagi keluarga yang akan mengiringi saat-saat aku mulai beranjak dewasa dan mulai berfikir, Sebelas Ipa Dua. Kelas ini, sulit untuk kugambarkan dengan kata. Karna benar, disini banyak hal baru yang ku temui, semakin banyak motiv kehidupan yang bisa ku lihat, semakin banyak alasan untuk semangat ku dapat, dan semakin banyak pula pelajaran yang bisa ku ambil.
Ipa Dua, bukan hanya satu kelas yang menjadi tempat untuk aku bisa tau bagaimana menghitung limit, bagaimana menyetarakan reaksi kimia, apa itu koloid, apa saja peraturan permainan basket, siapa yang menjadi pejuang kemerdekaan, aturan hubungan internasional, sampai betapa menakjubkannya sistem imun manusia. Disini, banyak hal yang kudapat dari pengajaran nonformal. Banyak hal yang ku dapat dari hanya sekedar menyapa dan tersenyum, bahkan dari lirikan mata sekalipun.
Ipa Dua, banyak sekali orang hebat disini, dimulai dari wali kelas dan guru BK yang aktif, KM yang cerdas, seorang Juara kelas yang lembut, persahabatan yang erat, orang-orang yang selalu bisa memecah keheningan dengan canda, seseorang yang bisa dengan bijak memberi solusi, seseorang yang mempunyai surara yang indah, dan penguhuni-penghuni lain yang hebat ! Keluarga besar yang hebat kan ?
Mungkin, apa yang ku dapat, tidak selalu sama dengan yang warga lain dapat, manusia memang tak sama kan ? tapi untukku, sisi baik itu dimiliki setiap individu. Lucu memang, saat perang kata terjadi, yang berakhir dengan tangisan, saat ketidak sepahaman membuat saling diam, lucu juga saat ada yang berbahagia semuanya ikut tertawa. Kisah putih abu yang sewajarnya terjadi. Apa itu tidak indah ? menurutku, hal berat dan tidak menyenangkan sekali pun, setelah kita berhasil melewatinya, itu akan menjadi hal yang indah :)
Aku masih ingat jelas, saat beberapa orang, ingin masuk dan menolak untuk masuk kedalam keluarga ini, aku juga masih ingat, saat keluarga ini mulai menghapal nama satu sama lain agar bisa saling menyapa, aku masih ingat saat kita mulai dekat dan tertawa bersama, aku masih ingat, saat tanganku penuh dengan cat bibit untuk membuat background drama besar untuk kita bersama, aku masih ingat saat kita tertawa dan tertidur dalam perjalanan ke yogykarta, aku masih ingat saat aku menangis, mereka meledekku hingga aku bisa tertawa lagi, aku masih ingat saat aku merindukan teman sekelas yang tidak masuk sekolah, aku masih ingat saat kita menyemangati orang2 yang mewakili porak, aku masih ingat saat kita bangga dengan prestasi yang kita dapat atau yang salah satu dari warga kita menjadi juara olimpiade, aku masih ingat aku masih ingat aku masih ingat !!
Semuanya sempurna, dan akan tetap ku jaga :) entah apa yang orang katakan tentang keluarga ku, entah apa pandangan mereka tentang ini, tapi untukku, ini indah, Allah telah beri keluarga yang begitu hebatnya..Semoga keluarga ini, bisa tetap ada dalam lembaran kisah putih abuku :)
Semoga.....
Tolong lindungi keluarga ini ya Allah....
:)
Setelah sekolah memberi waktu sejenak untuk mempersiapkan langkah selanjutnya, akhirnya cerita dimulai lagi. Pengumuman pembagian kelas sudah terpampang di depan gerbang sekolah, Ya...sebelas ipa dua. Sempat terbesit untuk berkumpul dengan teman lama dalam satu ruangan yang sama (lagi) namun ini hidup, rasanya tidak seru bila tidak ada kisah baru. Kuterima satu lagi keluarga yang akan mengiringi saat-saat aku mulai beranjak dewasa dan mulai berfikir, Sebelas Ipa Dua. Kelas ini, sulit untuk kugambarkan dengan kata. Karna benar, disini banyak hal baru yang ku temui, semakin banyak motiv kehidupan yang bisa ku lihat, semakin banyak alasan untuk semangat ku dapat, dan semakin banyak pula pelajaran yang bisa ku ambil.
Ipa Dua, bukan hanya satu kelas yang menjadi tempat untuk aku bisa tau bagaimana menghitung limit, bagaimana menyetarakan reaksi kimia, apa itu koloid, apa saja peraturan permainan basket, siapa yang menjadi pejuang kemerdekaan, aturan hubungan internasional, sampai betapa menakjubkannya sistem imun manusia. Disini, banyak hal yang kudapat dari pengajaran nonformal. Banyak hal yang ku dapat dari hanya sekedar menyapa dan tersenyum, bahkan dari lirikan mata sekalipun.
Ipa Dua, banyak sekali orang hebat disini, dimulai dari wali kelas dan guru BK yang aktif, KM yang cerdas, seorang Juara kelas yang lembut, persahabatan yang erat, orang-orang yang selalu bisa memecah keheningan dengan canda, seseorang yang bisa dengan bijak memberi solusi, seseorang yang mempunyai surara yang indah, dan penguhuni-penghuni lain yang hebat ! Keluarga besar yang hebat kan ?
Mungkin, apa yang ku dapat, tidak selalu sama dengan yang warga lain dapat, manusia memang tak sama kan ? tapi untukku, sisi baik itu dimiliki setiap individu. Lucu memang, saat perang kata terjadi, yang berakhir dengan tangisan, saat ketidak sepahaman membuat saling diam, lucu juga saat ada yang berbahagia semuanya ikut tertawa. Kisah putih abu yang sewajarnya terjadi. Apa itu tidak indah ? menurutku, hal berat dan tidak menyenangkan sekali pun, setelah kita berhasil melewatinya, itu akan menjadi hal yang indah :)
Aku masih ingat jelas, saat beberapa orang, ingin masuk dan menolak untuk masuk kedalam keluarga ini, aku juga masih ingat, saat keluarga ini mulai menghapal nama satu sama lain agar bisa saling menyapa, aku masih ingat saat kita mulai dekat dan tertawa bersama, aku masih ingat, saat tanganku penuh dengan cat bibit untuk membuat background drama besar untuk kita bersama, aku masih ingat saat kita tertawa dan tertidur dalam perjalanan ke yogykarta, aku masih ingat saat aku menangis, mereka meledekku hingga aku bisa tertawa lagi, aku masih ingat saat aku merindukan teman sekelas yang tidak masuk sekolah, aku masih ingat saat kita menyemangati orang2 yang mewakili porak, aku masih ingat saat kita bangga dengan prestasi yang kita dapat atau yang salah satu dari warga kita menjadi juara olimpiade, aku masih ingat aku masih ingat aku masih ingat !!
Semuanya sempurna, dan akan tetap ku jaga :) entah apa yang orang katakan tentang keluarga ku, entah apa pandangan mereka tentang ini, tapi untukku, ini indah, Allah telah beri keluarga yang begitu hebatnya..Semoga keluarga ini, bisa tetap ada dalam lembaran kisah putih abuku :)
Semoga.....
Tolong lindungi keluarga ini ya Allah....
:)
Senin, 23 April 2012
Surat untukmu, "sahabatku"
Jarum jam tak mau sejenak saja menunggu, untuk ku habiskan waktu mengenangmu..
Ia bergulir tak pedulikan rindu yang semakin dalam, membuat apa yang tentangmu terasa semakin jauh..
Ya, hari pun tak terasa sudah berjumlah sekian ratus, bahkan mungkin melampaui ribu..
Namun kau masih disini, ruang khusus yang memang tanpa sadar hanya bisa terisi olehmu..
Aku hidup tanpamu, menghirup oksigen yang masih sama seperti saat aku bersamamu, dulu..
Tak ku tutup pintu ini untuk orang - orang baru yang datang silih berganti..
Meski kadang mereka sesingkat iklan atau sekedar satu episode ftv, ku biarkan mereka menari, membuat jemari miliki nada untuk berbagi...satu cerita..
Aku masih sama seperti yang kau kenal dulu, meski tak ku pungkiri banyak hal yang telah berubah, ya itu karna dunia nyata tak mengizinkanku untuk statis kerjakan perjalanan indah ini :) namun ada yang mungkin tak kau tau..Ceritaku tentangmu statis, tak bergerak sama sekali, kau masih sahabatku...
Wahai engkau yang haus kisah,
Aku tau, sangat mengerti...hidupmu kali ini lebih indah dari guyonan masalalu disaat kita masih terbalut canda dan tawa, tangis, sedih, sederhana...
Hidupku pun begitu,
Jahatnya aku, egoisnya diri ini, ia ingin kau tetap jadi bagian dalam kisahku, kisah remajaku,
Tak sekedar menjadi baju lebaran tahun tahun lalu yang kini sudah tak terpakai..
Ada negosiasi juga, aku tak akan memaksamu jadi tokoh pendukung cerita panjangku yang entah kapan berakhirnya...
Tapi telinga ini masih ingin buktikan kesetiaannya dalam mendengarkan warna warni hidupmu,
Mata ini juga masih terpasan dua untuk saksikan ekspresimu,
Dan bibir ini, masih bisa tersenyum, bahkan rela ucapkan hal yang konyol agar tawamu kembali hadir saat bibirmu melengkug kebawah..
Sahabatku....
Aku, disini....
masih ada untukmu...
Asal kau mau :)
Ia bergulir tak pedulikan rindu yang semakin dalam, membuat apa yang tentangmu terasa semakin jauh..
Ya, hari pun tak terasa sudah berjumlah sekian ratus, bahkan mungkin melampaui ribu..
Namun kau masih disini, ruang khusus yang memang tanpa sadar hanya bisa terisi olehmu..
Aku hidup tanpamu, menghirup oksigen yang masih sama seperti saat aku bersamamu, dulu..
Tak ku tutup pintu ini untuk orang - orang baru yang datang silih berganti..
Meski kadang mereka sesingkat iklan atau sekedar satu episode ftv, ku biarkan mereka menari, membuat jemari miliki nada untuk berbagi...satu cerita..
Aku masih sama seperti yang kau kenal dulu, meski tak ku pungkiri banyak hal yang telah berubah, ya itu karna dunia nyata tak mengizinkanku untuk statis kerjakan perjalanan indah ini :) namun ada yang mungkin tak kau tau..Ceritaku tentangmu statis, tak bergerak sama sekali, kau masih sahabatku...
Wahai engkau yang haus kisah,
Aku tau, sangat mengerti...hidupmu kali ini lebih indah dari guyonan masalalu disaat kita masih terbalut canda dan tawa, tangis, sedih, sederhana...
Hidupku pun begitu,
Jahatnya aku, egoisnya diri ini, ia ingin kau tetap jadi bagian dalam kisahku, kisah remajaku,
Tak sekedar menjadi baju lebaran tahun tahun lalu yang kini sudah tak terpakai..
Ada negosiasi juga, aku tak akan memaksamu jadi tokoh pendukung cerita panjangku yang entah kapan berakhirnya...
Tapi telinga ini masih ingin buktikan kesetiaannya dalam mendengarkan warna warni hidupmu,
Mata ini juga masih terpasan dua untuk saksikan ekspresimu,
Dan bibir ini, masih bisa tersenyum, bahkan rela ucapkan hal yang konyol agar tawamu kembali hadir saat bibirmu melengkug kebawah..
Sahabatku....
Aku, disini....
masih ada untukmu...
Asal kau mau :)
Jumat, 02 Maret 2012
Rindu ?
Dikala senja datang, pertemuan dengan kisah lama terasa indah..
Saat mereka bertanya akan hati yang dulu sempat terisi, ekspresi apa yang harus ditampilkan?
Bahagia ? Hey ! Ada sedikit luka disini..Tapi, apa harus sedih yang jelas terlukis ?
Kecewa ? Helooo ! Dia datang pun dengan maksud beri warna. Apa pantas di beri kerutan dahi ?
Whatever....
Satu rasa yang dulu singgah, kini bercampur menjadi suatu kerinduan yang entah bagaimana cara untuk mengungkapnya..
Satu rasa yang dulu singgah, kini bercampur menjadi suatu kerinduan yang entah bagaimana cara untuk mengungkapnya..
Kau yang disana.
Coba lihat !
Kini, luka yang dulu kau beri menjadi rindu untuk hati yang masih ingat namamu...
Kini, bahagia yang dulu kau beri menjadi rindu untuk hati yang masih ingat tingkahmu..
Kini, rasa yang dulu kau beri menjadi rindu untuk hati yang ternyata masih menyisakan satu ruang kosong yang hanya bisa diisi olehmu...
Apa kau ingat ?
Dulu, dulu, dulu...
Kata itu mungkin usam, tak berharga sama sekali untukmu...
Tapi untukku....
Dulu kau dan aku pernah bersama..
Dulu kau dan aku pernah bercanda..
Dulu kau dan aku pernah terluka..
Dulu kau dan aku pernah satu rasa...
Dulu, kau sangat berharga..
dan hingga kini pun akan tetap berharga...
Takkan ada lagi mata sembab saat aku bercerita indhanya kisah lama kita..
Karna ternyata, semuanya kini terasa lebih istimewa....
semoga nanti, saat kita di takdirkan untuk kembali,
kita bisa jelajahi dunia...Lagi !
semogaaa......
semogaaa......
Sabtu, 28 Januari 2012
Senyum dalam diam
Kisah yang berawal dengan diam, meski mata berbinar dan tatapan tak lepas dari apa yang terkenang. Memori penuh dengan tinta pelangi yang menghiasi hari, mengalahkan asap - asap rumus dan kronologi sejarah zaman. Semua berjalan, seperti air yang mengikuti alur sungai, kadang deras, kadang tenang dan kadang terhenti sejenak. Masih diam..
Kisah tengah buku yang mulai mengenal warna abu, kisah semu, dunia maya, cermin buram, ya ya ya, sekeping kisah dari perjalanan metamorfosa tahap remaja..mulai terbaca, semacam luka, kecewa, atau entah apa itu namanya. Masih diam..
Kisah lanjutan dari malam, mentari mulai tak malu untuk menyinari lagi, membawa cat transparan demi menutupi warna kusam kisah lampau yang tak layak ada dalam ruang kehidupan, ternyata masih terlihat, dan tetap sama...Masih diam...
Akhir sementara yang didapat adalah melihat alur melayang terbang, terhempas jatuh, menyayangi , mengenang, mengukir kisah sendiri, tanpa kata, tanpa air mata, tanpa percaya, tanpa harap, tanpa luka..hanya 'senyum dalam diam'..
Langganan:
Postingan (Atom)
