Jarum jam tak mau sejenak saja menunggu, untuk ku habiskan waktu mengenangmu..
Ia bergulir tak pedulikan rindu yang semakin dalam, membuat apa yang tentangmu terasa semakin jauh..
Ya, hari pun tak terasa sudah berjumlah sekian ratus, bahkan mungkin melampaui ribu..
Namun kau masih disini, ruang khusus yang memang tanpa sadar hanya bisa terisi olehmu..
Aku hidup tanpamu, menghirup oksigen yang masih sama seperti saat aku bersamamu, dulu..
Tak ku tutup pintu ini untuk orang - orang baru yang datang silih berganti..
Meski kadang mereka sesingkat iklan atau sekedar satu episode ftv, ku biarkan mereka menari, membuat jemari miliki nada untuk berbagi...satu cerita..
Aku masih sama seperti yang kau kenal dulu, meski tak ku pungkiri banyak hal yang telah berubah, ya itu karna dunia nyata tak mengizinkanku untuk statis kerjakan perjalanan indah ini :) namun ada yang mungkin tak kau tau..Ceritaku tentangmu statis, tak bergerak sama sekali, kau masih sahabatku...
Wahai engkau yang haus kisah,
Aku tau, sangat mengerti...hidupmu kali ini lebih indah dari guyonan masalalu disaat kita masih terbalut canda dan tawa, tangis, sedih, sederhana...
Hidupku pun begitu,
Jahatnya aku, egoisnya diri ini, ia ingin kau tetap jadi bagian dalam kisahku, kisah remajaku,
Tak sekedar menjadi baju lebaran tahun tahun lalu yang kini sudah tak terpakai..
Ada negosiasi juga, aku tak akan memaksamu jadi tokoh pendukung cerita panjangku yang entah kapan berakhirnya...
Tapi telinga ini masih ingin buktikan kesetiaannya dalam mendengarkan warna warni hidupmu,
Mata ini juga masih terpasan dua untuk saksikan ekspresimu,
Dan bibir ini, masih bisa tersenyum, bahkan rela ucapkan hal yang konyol agar tawamu kembali hadir saat bibirmu melengkug kebawah..
Sahabatku....
Aku, disini....
masih ada untukmu...
Asal kau mau :)