Sahabat, gak bosen yaaa anak remaja bahas itu, mulai hanya di jadiin alesan buat bohong sama pacarnya, buat nyalahin semua masalah yang ada dihidupnya, buat jadi orang yang setia nunggu kalau lagi ada pelajaran tambahan, buat digangguin tiap malem garagara curat yang ngalahin sinetron episode ***** . Apa cuman sebatas itu yang dinamakan sahabat ?
Oke, semua pasti punya argumen, dan saya disini ya pingin nyampein apa yang sara rasa dari beberapa pengalaman saya :)
*gak maksud 'ember' juga yaaaa...
Let's gooooooo
Kisah Dia, sang remaja yang ceria, namun kadang kala ia suka menyendiri, mendengarkan melodi angin yang lembut menyapanya..
Sahabat ? Banyak , karna ia bukan sosok yang membatasi berapa banyak teman yang harus ia punya, ia suka dengarkan apa yang orang sekelilingnya rasa, tak ia batasi berapa banyak kisah yang ia dengar tiap harinya. Semua ia lakukan dengan senang hati, karna untuknya, yang terpenting adalah kebahagiaan mereka yang berbagi cerita. Bagaimana kondisi sahabat terdekatnya ? Tak ada masalah ! karna mereka tau, mengerti bahwa sahabat itu tak membatasi untuk menjalin hubungan dengan teman yang lain., tak membatasi suatu rasa apapun. Lecuali kebencian ! Karna itu memang tak layak ada dalam hati yang bersih :)
Suatu saat, satu demi satu kisah tak disangka ia dengar, kisah persahabatn tetangga yang ternyata tak harmonis. Dari sisi mana pun tak sama yang mereka ucap, dari segi apapun semua saling menyudutkan, apa itu sahabat ?
Ia hanya tersenyum dan berkata 'Hey, walaupun begitu, ia sahabatmu.'
Pindah ke kisah yang selanjutnya..terjadi percakapan :
A : 'Kamu tau gak ? si B ngerebut pacar saya, dan gara - gara si B saya putus..'
Dia : 'Oh ya ? Bukannya kamu putus udah lama ya ?'
A : 'Ya, tapi ujungnya kan jadian sama sahabat saya sendiri, sakit banget lah, sahabat macam apa ?'
Lagi - lagi gadis itu pun tersenyum dan menjawab 'Apa itu benar salahnya ? Itu kan orang yang kamu anggap sahabat'
Kisah berikutnya...
Ada seseorang yang dengan bangganya menceritakan tentang aib sahabatnya, menceritakan sifat - sifat buruk sahabatnya, bukan malu yang ia tunjukkan, malah hanya ada tawa dari wajahnya..
Dia mulai berkata 'Sudah jangan dilanjutkan, itu sahabatmu kawan'
Dari beberapa kisah yang dia dengar, ia mulai belajar, dia sangat bersyukur memiliki sahabat yang masih bisa jujur apabila ada yang mengganjal,masih bisa mengerti apabila sudah ada penjelasan. Dia pun menuliskan kisahnya dalam satu baik yang entah seberapa dalam maknanya..
'Sahabat'
Bosan ku dengarnya...
Bila hanya sebatas itu maknanya..
Bila hanya sebatas dipuja saat perlu dan dihina saat salah..
Bila hanya tertawa diatas aib 'sahabatnya'
Tak ada artinya..
Tak perbaiki apa yang justru mengarah pada nestapa..
Kawan, kadang kita egois, merasa mereka tak mengerti kita, namun tak pernah coba lihat bagaimana usaha mereka sahabat kita untuk membuat kita tersenyum. Apa kita pernah berfikir ? Apa yang tlah kita beri untuk sahabat kita ?
SAHABAT, memang mudah tuk diucap, namun tak mudah tuk dijadikan predikat :)
Jaga sahabatmu kawan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar