Kala itu, satu mentari tetap merajai sekolah mungil yang sangat hangat. Semua siswa sibuk dengan sosialisasi di sekolah baru mereka. Terutama pemilihan kegiatan ekskul di sekolah tersebut. Kali ini, disusun beberapa ekskul yang memang wajib untuk diikuti oleh semua siswa baru kelas X. Meskipun begitu, tetap saja tak semua siswa mematuhinya.
Di satu ruang kelas yang mulai dimasuki para junior, terlihat beberapa siswa yang masih ragu tuk melangkah, termasuk aku , ya kegiatan yang awalnya ku pandang terlalu sibuk dan membosankan, akhirnya ku pilih dengan ikhlas. Senior menyapa dengan ramah, namun telah ku lihat sosok - sosok hebat yang ada pada pribadi mereka. 'waw jadi junior lagi nih' bisikan batinku .
Setelah masuk dalam kelas yang memulai sejarah itu, aku duduk pada bangku pojok depan dengan teman yang sedari SMP telah ku kenal, dan yang lebih membuatku tertunduk lagi ku lihat satu sosok dipojok belakang , siapa dia ? Dia adalah sahabat yang sempat hilang di Sekolah Menengah Pertama ku . Kaget ? Ya ! sangat kaget , tapi jika aku yang mundur, telah dapat ku perkirakan betapa puasnya dia .
Perlahan ku terus melangkah, menelan sedikit demi sedikit keputusan yang telah ku tetapkan. Ekskul Paskibra, untuk mengiringi hari - hari puti abuku . Tak sedikit hal yang ku dapat , meski memang benar yang sejak awal ku perkirakan, namun selebihnya menakjubkan. Hal-hal baru yang takkan terganti dengan hal apapun, karna memang berbeda. Sahabat yang sekian lama pergi akhirnya kembali, senior yang tak pernah ku bayangkan, sahabat baru yang sebelumnya tak pernah terbayangkan dan satu kekeluargaan yang begitu mengesankan.
Waktu tak hanya diam ditempat, dia berlalu dengan membawa beberapa keping hal indah, semakin terasa arti dari kasih sayang dan satu rasa betapa sakitnya kehilangan. Aku ? diam, tak berbisik sedikitpun, hanya mencoba merelakan, jika kepergian adalah hal terbaik untuk mereka.
Semua mulai berubah, terlihat beberapa sosok yang terasa semakin dekat, terbesit keinginan tuk selalu begini tanpa ada lagi yang harus pergi.
Telah banyak yang kakak-kakak bekali pada kami , junior yang mungkin sangat sering menyakiti, membuat emosi dan pantas di maki . Sering ku berbincang dengan mereka, sahabat yang sama-sama menjadi adik dari para kakak ,
"Apa yang bisa kita kasih buat mereka ya ?"
"Entahlah, aku juga gak tau"
"Hmm, terlalu banyak yang udah mereka kasih buat kita sih"
"Iya, yaa"
Ingin rasanya membuat mereka tersenyum bangga , menangis haru karena suatu hal yang indah yang aku dan sahabat-sahabatku perbuat. Namun, apa bisa ? Untuk ucapkan terimakasih dan maaf saja pun aku masih canggung tuk lakukannya. Karna malu dengan salah yang terlalu banyak. Sudah dapat dipastikan, bila ku coba ucap semua itu, yang ada hanya kan memamerkan air mata yang kupunya ^^
Kakak - kakakku, sadarku betapa banyak hal yang belum ku tau , ku rasa aku pun belum mampu menjadi seperti yang kalian mau , meski buku harianku belum penuh terisi, namun sepertinya sikap burukku yang mendahuli menghiasi memori . Tak ku pungkiri, kesal memang sempat ku rasa , namun hal itu , tak mampu mencegahku tuk ucapkan terimakasih pada kalian yang luar biasa :)
lebay ih ayumi :D
BalasHapus